Kecakapan Literasi Digital Mahasiswa terhadap Informasi Hoaks dan Ujaran Kebencian
DOI:
https://doi.org/10.37278/artcomm.v8i2.1394Keywords:
Litersi digital, hoaks, ujaran kebencianAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan mahasiwa prodi KPI UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto dalam memahami infromasi hoaks dan ujaran kebencian di media digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dalam bentuk deskrptif. Model deskriptif kuanitatif berusaha menggambarkan berbagai kondisi, situasi maupun fenomena yang berkaitan dengan tingkat literasi media digital di kalangan mahasiswa prodi KPI. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa prodi KPI angkatan 2020 dan 2021 sebanyak 82 mahasiswa. Masing-masing angkatan diambil 41 mahasiswa, kemudian dipilih berdasarkan jenis kelamin sebesar 20 laki-laki dan 21 perempuan. Untuk memperoleh kesempatan yang, maka pengambilan sampelnya menggunakan undian. Hasil penelitian ini didapati bahwa kecakapan literasi digital mahasiswa KPI terhadap informasi hoaks dan ujaran kebencian memiliki skor rata-rata 3,9 yang artinya berada pada level advanced, dengan rincian: digital skill sebesar 4,25, digital safety sebesar 3,6 digital ethic sebesar 3,8 dan digital culture sebesar 4,1. Meski berada pada level advanced, skor digital safety dan skor digital ethic tidak cukup menggembirakan mengingat sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa KPI yang secara akademik memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan media digital.
References
Abdillah, R., Ibrahim, A. A., Sirait, N. O. E., Oktavia, N. K., Widyadari, R., Amanda, S. F., & Jansa, S. N. (2023). Studi psikologi siber tentang dampak hate speech bagi pengguna media sosial. SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan, 2(11), 3459–3472. https://doi.org/https://doi.org/10.54443/sibatik.v2i11.1478
Alamri, U., Ismail, D. E., & Puluhulawa, J. U. (2023). Upaya Kepolisian Dalam Menanggulangi Kejatan Ujaran Kebencian (Hate Speech) Berdasarkan Surat Edaran No Se/06/X/2015 Di Gorontalo. Jaksa: Jurnal Kajian Ilmu Hukum Dan Politik, 1(4), 49–63. https://doi.org/https://doi.org/10.51903/jaksa.v1i4.1401
Amaliah, E., Rojiati, U., Nasution, N., & Istiani, A. N. (2022). Literasi Media Sosial Pemberitaan Covid-19: Perspektif Generasi Z Kota Bandar Lampung. Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, 10(2), 249–265. https://doi.org/https://doi.org/10.21009/COMMUNICOLOGY.030.07
Annisa Anastasia Salsabila, Dinie Anggraeni Dewi, & Rizky Saeful Hayat. (2023). Pentingnya Literasi di Era Digital dalam Menghadapi Hoaks di Media Sosial. Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan Dan Bahasa, 3(1), 45–54. https://doi.org/10.58192/insdun.v3i1.1775
APJII. (2024). Profil Internet Indonesia Tahun 2024.
Arnus, S. H. (2018). Literasi Media: Cerdas dan Bijak Menikmati Konten Media Baru. Al-Munzir, 10(1), 131–150.
Asari, A., Kurniawan, T., Ansor, S., & Putra, A. B. N. R. (2019). Kompetensi literasi digital bagi guru dan pelajar di lingkungan sekolah kabupaten Malang. BIBLIOTIKA: Jurnal Kajian Perpustakaan Dan Informasi, 3(2), 98–104.
Balaka, M. Y. (2022). BUKU METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF. Penerbit Widina.
Bina, M. A. H. (2021). Fenomena hate speech di media sosial dan konstruk sosial masyarakat. Jurnal Peurawi: Media Kajian Komunikasi Islam, 4(1), 92–100.
Bu’ulolo, Y. (2021). Membangun Budaya Literasi di Sekolah. Jurnal Bahasa Indonesia Prima (JBIP), 3(1), 16–23.
Damayanti, T., & Gemiharto, I. (2019). Kajian dampak negatif aplikasi berbagi video bagi anak-anak di bawah umur di Indonesia. Communication, 10(1), 1–15.
Dinata, K. B. (2021). Literasi digital dalam pembelajaran daring. Eksponen, 11(1), 20–27.
Effendi, E. (2020). Penafsiran Ujaran Kebencian dalam Hukum Pidana Indonesia Berdasarkan Beberapa Putusan Pengadilan. Riau Law Journal, 4(1), 23–38.
Fauzi, A. (2018). Memahami Literasi Media Baru dalam Penyebaran Informasi Hoax dan hate speech (Studi Fenomenologi Dosen Pengguna Facebook dan Whatsapp). Promedia, 2, 56–76.
Frisnoiry, S. (2024). TRANSFORMASI PENDIDIKAN MENUJU LITERASI DALAM ERA GLOBALISASI: TANTANGAN DAN PELUANG. Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh, 4(1), 53. https://doi.org/10.29103/jpmm.v4i1.13860
Gilster, P., & Glister, P. (1997). Digital literacy. Wiley Computer Pub. New York.
Haqqu, R. (2020). Era baru televisi dalam pandangan konvergensi media. Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi, 16(1), 15–20.
Harto, D., Pratiwi, S. R., Utomo, M. N., & Rahmawati, M. (2019). Penerapan Internet Marketing Dalam Meningkatkan Pendapatan Pada UMKM. JPPM (Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat), 3(1), 39–45.
Herawati, D. M., Trijayanto, D., & Nugroho, A. Y. (2022). HIDUP SEHAT TANPA HOAX DI MASA PANDEMI COVID-19 Prodi Ilmu Pemerintahan Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta , Indonesia. 01(01), 1–7.
Hidayat, F. P., & Lubis, F. H. (2021). Literasi media dalam menangkal radikalisme pada siswa. Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(1), 31–41.
Hidayat, M. A. (2022). Pengantar Sosiologi Masyarakat Digital. CV Jejak (Jejak Publisher).
Jati, W. D. P. (2021). Literasi Digital Ibu Generasi Milenial terhadap Isu Kesehatan Anak dan Keluarga. Jurnal Komunikasi Global, 10(1), 1–23.
Jayani, D. hadya. (2019). Survei CIGI: Facebook, Medsos yang Banyak Digunakan untuk Menyebar Hoaks. Katadata.Com.
Karo, R. (2023). Hate Speech: Penyimpangan terhadap UU ITE, Kebebasan Berpendapat dan Nilai-Nilai Keadilan Bermartabat. Jurnal Lemhannas RI, 10(4), 52–65. https://doi.org/10.55960/jlri.v10i4.370
Khasanah, U., & Herina, H. (2019). Membangun karakter siswa melalui literasi digital dalam menghadapi pendidikan abad 21 (revolusi industri 4.0). Prosiding Seminar Nasional Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang.
Kriyantono, R. (2022). Teknik praktis riset komunikasi kuantitatif dan kualitatif: Edisi Kedua. Prenada Media.
Kusumastuti, F., Astuti, S. I., Astuti, Y. D., Birowo, M. A., Hartanti, L. E. P., Amanda, N. M. R., & Kurnia, N. (2021). Modul Etis bermedia digital.
Lalu Mafhul Hadi, Hafizatul Ulum, & Ary Wahyudi. (2024). Tinjauan Yuridis Ujaran Kebencian Dalam Pemilu Berdasarkan Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu. Unizar Recht Journal (URJ), 3(1), 105–116. https://doi.org/10.36679/urj.v3i1.145
Lestari, C. A., & Dwijayanti, R. I. (2020). Kecakapan Literasi Media di Kalangan Generasi Milenial. Jurnal Ilmu Komunikasi, 18(1), 48–62.
Maqruf, R. D. (2021). Bahaya Hoaks dan Urgensi Literasi Media: Studi Pada Mafindo Solo Raya. Academic Journal of Da’wa and Communication, 2(1), 121–150.
Maulida, D., Juraida, I., Yana, R. H., & Maifizar, A. (2019). Sosialisasi Kecerdasan dalam Memaknai Pesan Media Era Digital: Fakta Versus Hoaks di Pesantren Nurul Falah Meulaboh. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar, 1(1), 83–92.
Murtiningsih, M. (2020). Solusi Qurani Membangun Masyarakat Anti Hoax. Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, Dan Fenomena Agama, 21(2), 215–234.
Nasionalita, K., & Nugroho, C. (2020). Indeks literasi digital generasi milenial di Kabupaten Bandung. Jurnal Ilmu Komunikasi, 18(1), 32–47.
Pereira, S., & Moura, P. (2019). Assessing media literacy competences: A study with Portuguese young people. European Journal of Communication, 34(1), 20–37.
Pratama, R. K. (2021). Genealogi Hoaks Indonesia. Buku Mojok.
Raharjo, N. P., & Winarko, B. (2021). Analisis Tingkat Literasi Digital Generasi Milenial Kota Surabaya dalam Menanggulangi Penyebaran Hoaks. Jurnal Komunika: Jurnal Komunikasi, Media Dan Informatika, 10(1), 33–43.
Ramadhan, G. M. (2021). Pengaruh Kompetensi Literasi Digital Mahasiswa PGSD dalam Memanfaatkan Google Apps Terhadap Perilaku Conten Evaluation. COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education), 4(6), 958–967.
Rasyid, F. (2022). Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Teori, Metode, dan Praktek. IAIN Kediri Press.
Sari, A. C., Hartina, R., Awalia, R., Irianti, H., & Ainun, N. (2018). Komunikasi dan media sosial. Jurnal The Messenger, 3(2), 69.
Sari, Y., & Prasetya, H. (2022). Literasi Media Digital pada Remaja Ditengah Pesatnya Perkembangan Media Sosial. Jurnal Dinamika Ilmu Komunikasi, 8(1), 12–25.
Solihin, M. M. (2021). Hubungan Literasi Digital dengan Perilaku Penyebaran Hoaks pada Kalangan Dosen di Masa Pandemi Covid-19. Pekommas, 6(The), 91–103.
Sulthan, M., & Istiyanto, S. B. (2019). Model literasi media sosial bagi mahasiswa. Jurnal Aspikom, 3(6), 1076–1092.
Sutrisna, I. P. G. (2020). Gerakan literasi digital pada masa pandemi covid-19. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Seni, 8(2), 269–283.
Tangngareng, T., Tasbih, T., & Danial, M. (2024). LITERASI SEBAGAI DASAR KEMELEKAN INFORMASI. Journal Papyrus : Sosial, Humaniora, Perpustakaan Dan Informasi, 3(2), 14–20. https://doi.org/10.59638/jp.v3i2.53
Tanjung, M. T. H., & Sazali, H. (2025). Optimalisasi UU ITE untuk Menangkal Hoaks selama Pilkada 2024 Sumatera Utara. MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, Dan Ilmu-Ilmu Sosial, 9(1), 181–189. https://doi.org/10.30743/mkd.v9i1.10541
Tsaniyah, N., & Juliana, K. A. (2019). Literasi digital sebagai upaya menangkal hoaks di era disrupsi. Al-Balagh: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 4(1), 121–140.
Widayati, S. (2019). Menepis hoax melalui pendidikan karakter dan pembelajaran sastra. Edukasi Lingua Sastra, 17(2), 46–55.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dedy Riyadin Saputro, Atipa Muji

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish articles in ArtComm : Jurnal Komunikasi dan Desain agree to the following terms:
- Authors retain copyright of the article and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC-BY-SA or The Creative Commons Attribution-ShareAlike License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
