Webinar Grow Together: Be Better Parent and Good Partner (Co-parenting)

Authors

  • Nida Muthi Annisa Fakultas Psikologi, Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia
  • Putri Fatimah Azzahra Fakultas Psikologi, Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia
  • Reza Fauzi Pamungkas Fakultas Psikologi, Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia
  • Siti Fauzi Nurhaliza Fakultas Psikologi, Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37278/bhaktikaryadaninovatif.v5i1.1143

Keywords:

Coparenting, Parenting, Marriage couple, Partner

Abstract

Pelaksanaan kegiatan webinar ini memiliki tujuan agar timbulnya pemahaman masyarakat secara umum maupun khususnya pada pasangan suami istri yang telah atau akan memiliki peran sebagai orang tua. Saat ini, tidak sedikit terjadi fenomena dimana ibu sebagai sosok yang melakukan berbagai macam tugas kebutuhan rumah hingga pengasuhan mengalami stress. Keadaan stress pada ibu ini bisa diakibtkan salah satunya karena kurangnya pembagian peran antara suami dan istri terutama dalam pembagian peran pengasuhan. Pembagian peran pengasuhan ini tentunya akan sangat membantu dalam proses pengasuhan dan juga dapat berpengaruh pada kualitas hubungan pernikahan. Selain itu juga pembagian peran pengasuhan dapat berpengaruh pada perkembangan anak. Dari manfaat-manfaat tersebut tentunya memperlihatkan bahwa penting sekali untuk dapat melakukan pembagian peran pengasuhan atau sering disebut juga dengan co-parenting. Setelah diberikannya materi tentang co-parenting ini diharapkan masyarakat umum, khususnya pasangan suami istri yang telah atau akan menjadi orang tua bisa lebih memahami dan mengaplikasikan co-parenting dalam hubungan pernikahan mereka.

References

Bandura, A. (1977). Social Learning Theory. Prentice Hall.

Bronfenbrenner, U. (1979). The Ecology of Human Development: Experiments by Nature and Design. Harvard University Press

Christopher, C., Umemura, T., Mann, T., Jacobvitz, D., & Hazen, N. (2015). Marital quality over the transition to parenthood as a predictor of coparenting. Journal of Child and Family Studies, 24(12), 3636-3651.

Hurlock, E.B. (2011). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang. Kehidupan. Jakarta : Erlangga

Feinberg, M. E. (2002). Coparenting and the transition to parenthood: A framework for prevention. Clinical Child and Family Psychology Review, 5(3), 173-195. doi:1096-4037/02/0900-0173/0

Friedman, M., dkk. (2010). Buku Ajar Keperawatan keluarga : Riset, Teori, dan Praktek. Edisi keTashandra, N. (2018). Stres Ibu juga pengaruhi Psikologis Anak.

Hetherington, E. M., & Kelly, J. (2002). For Better or For Worse: Divorce Reconsidered. W.W. Norton & Company.

Minuchin, S . (1974). Families and Family Therapy. Harvard University Press.

Nunes, E. C., De Roten, Y., Ghaziri, N. E., Faves, N., & Darwiche, J. (2020). Co-parenting programs: A systematic review and meta-analysis. Family Relations: Interdisciplinary Journal of Applied Family Science, 1-19. doi:DOI:10.1111/fare.12438

Tashandra, N. (2018). Stres Ibu juga pengaruhi Psikologis Anak. https://lifestyle.kompas.com/read/2018/12/21/103500220/stres-ibu-juga-pengaruhipsikologis-anak?page=all. (Diakses 7 Februari 2022)

Published

2025-02-27