Menikah? Yes, I Will!: menumbuhkan keberanian menghadapi kehidupan pernikahan dengan Psikoeduksi BERSIAGA

Authors

  • Cahyaning Widhyastuti Fakultas Psikologi, Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia
  • Adifal Dwi Ramdani Fakultas Psikologi, Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia
  • Muhammad Ragil Hartono Fakultas Psikologi, Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia
  • Khorinah Nur Ajijah Fakultas Psikologi, Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37278/bhaktikaryadaninovatif.v5i1.1144

Keywords:

Psikoedukasi, Psikoedukasi "BERSIAGA", Fear of Commitment, Dewasa Awal

Abstract

Salah satu fase yang dihadapi individu ketika memasuki usia dewasa awal adalah menikah. Menjalin hubungan yang berakhir pernikahan merupakan salah satu tugas perkembangan dari dewasa awal. Akan tetapi, tidak semua orang mampu dan siap untuk menghadapi pernikahan. Menikah merupakan suatu kondisi yang membutuhkan keberanian dan persiapan matang agar dapat dihadapi dengan baik. Psikoedukasi dapat menjadi salah satu cara untuk membantu individu dewasa awal mempersiapkan pernikahan. Psikoedukasi “bersiaga†merupakan salah satu upaya yang dapat membantu dewasa awal menurunkan fear of commitment. Hal ini diperkuat oleh data yang menunjukkan bahwa Indonesia dalam beberapa waktu terakhir mengalami penurunan angka pernikahan dan penundaan pernikahan. Sehingga penting untuk memberikan psikoedukasi tentang kesiapan menikah dengan harapan dapat mengurangi tingkat kekhawatiran individu tentang pernikahan.

References

Amato, P., & DeBoer, D. (2001). The transmission of marital instability across generation: relationship skills or commitment to marriage. Journal of Marriage and Family, 1038-1051.

Arieza, U. (2024). Angka Pernikahan di Indonesia pada 2023 terendah sejak 1998. Jakarta: Kompas.com. Retrieved 03 15, 2024

Kautsar, A. (2024). Fakta-fakta Angka Pernikahan 'Ngedrop' di RI, Ini Alasan Warga Tunda Kawin. Jakarta: Detik Health. Retrieved 03 15, 2024

Lukens, E., & McFarlane, W. (2004). Psychoeducation as evidence-based practice: consideration for practice, research, and policy. Brief Treatment and Crisis Intervention, 4(3), 205-225.

Naeimi, S., Soheila, B., & Torabpour, M. (2020). Correlation between fear of marriage and attitude to labour and child care in female students of Abadan Faculty of medical sciences in 2019. International Research in Medical and Health Sciences, 3(2), 5-13. doi:https;//doi.org/10.36437/irmhs.2020.3.2.B

Obeid, S., Fares, K., Haddad, C., Lahoud, N., Akel, M., Zakhour, M., . . . Hallit, S. (2019). Construction and validation of the Lebanese fear of relationship commitment scale among a representative sample of the Lebanese population. Perspect Psychiatr Care, 1-10. doi:https://doi.org/10.1111/ppc.12424

Rajabi, G., Mahmoudi, O., Aslani, K., & Amanollahi, A. (2017). Effectiveness of premarital education program based on premarital interpersonal choices and knowledge program in reducing fear of marriage and icreasing the marriage motivation of single students. Journal of Kermanshah University of Medical Science, 21(3), 108-114.

Rosida, G. (2024, May 2024). Angka perniakahan di Indonesia menurun: Dampaknya pada masyarakat Indonesia di masa depan. Retrieved 02 20, 2025, from https://www.gentaandalas.com/2024/05/06/angka-pernikahan-di-indonesia-menurun-dampaknya-pada-masyarakat-indonesia-di-masa-depan/?utm_source=chatgpt.com#google_vignette

Published

2025-02-27