ANALISIS BUDAYA ORGANISASI PADA KARYAWAN PT. PINDAD BANDUNG

  • Rosmaya Siregar Fakultas Psikologi , Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia
  • Evi Sri Nurhasuti Fakultas Psikologi , Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia
  • Irfan Nurhadi Fakultas Psikologi , Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia
  • Livanya Sharon Fakultas Psikologi , Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia
Kata Kunci: perceived and organizational culture, pegawai

Abstrak

Berdasarkan Rencana Kegiatan Anggaran Perusahaan (RKAP), salah satu sektor yang difokuskan oleh PT PINDAD adalah optimalisasi sumber daya manusia. Salah satu program yang dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas SDM adalah penerapan nilai-nilai budaya perusahaan, yaitu JBUS (Jujur, Belajar, Unggul, dan Selamat). JBUS sendiri disusun untuk melengkapi pegawai dengan identitas perusahaan untuk menumbuhkan komitmen dengan nilai-nilai yang dianut perusahaan. Namun penerapan budaya organisasi masih belum optimal, karena masih banyak karyawan yang memiliki persepsi negative dan tidak menjalankan budaya organisasi yang baru tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data empiris mengenai analisis budaya organisasi yang dipersepsi karyawan PT. PINDAD (Persero). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Mengingat jumlah populasi dalam penelitian ini tidak terlalu besar maka dilakukan studi populasi dengan jumlah 25 orang karyawan bagian manajemen talenta. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini angket bidaya organisasi yang disusun berdasarkan teori daro Stephen Robbin.Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh kesimpulan bahwa sebagian besar karyawan PT. PINDAD (Persero) Bandung, mempersepsikan budaya organisasi negative. Persepsi budaya organisasi yang negative tercermin dari beberapa perilaku kerja yang kurang menunjang pencapaian tujuan organisasi Sedangkan untuk aspek-aspek budaya organisasi pada karyawan PT. PINDAD (Persero) jika diurutkan berdasarkan persepsi negatif paling tinggi, aspek yang pertama adalah kesetiaan atau loyalitas, kemudian aspek kesetiaan, aspek integritas dan konsistensi, aspek kemampuan atau kompetensi dan yang terakhir aspek keterbukaan.

Diterbitkan
2019-12-16