Aman, Menghindar, Cemas: Pengaruh Attachment Style terhadap Kesiapan Menikah pada Dewasa Awal
DOI:
https://doi.org/10.37278/jipsi.v3i01.405Keywords:
kelekatan, kesiapan menikah, dewasa awalAbstract
Individu dewasa awal memiliki tugas perkembangan untuk menikah dan membangun sebuah kelurga. Pernikahan adalah suatu jenjang yang harus disiapkan dengan baik oleh pasangan individu. Oleh karena itu pentingnya memiliki kesiapan menikah. Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam mempesiapka pernikahan adalah interaksi dengan pasangan dalam hal ini adalah jenis kelekatannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh attachment style terhadap kesiapan menikah pada dewasa awal. Penelitian ini dilakukan kepada 206 sampel dewasa awal dengan krieria sampel usia 18-30 tahun dan sedang memiliki pasangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode analisis regreli linear sederhana. Hasil analisis menunjukan bahwa Kelekatan aman dapat memprediksi munculnya kesiapan menikah pada individu dewasa awal sebesar 10,2%. Kelekatan menghindar dapat memprediksi munculnya kesiapan menikah sebesar 9.2% pada individu dewasa awal. Sedangkan kelekatan cemas dapat memprediksi kesiapan menikah sebesar 2%. Hasil analisis tersebut memperlihatka bahwa attachment style yang dimiliki oleh individu akan berpengaruh terhadap kesiapan menikah pada dewasa awal.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish articles in Jurnal Ilmiah Psikologi (JIPSI) agree to the following terms:
- Authors retain copyright of the article and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC-BY-SA or The Creative Commons Attribution-ShareAlike License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
