Peran Regulasi Emosi dalam Memprediksi Efikasi Diri pada Warga Binaan Pemasyarakatan Perempuan
DOI:
https://doi.org/10.37278/jipsi.v6i2.990Keywords:
Regulasi Emosi, Efikasi Diri, Warga Binaan PerempuanAbstract
Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) perempuan dalam kehidupan sehari-hari menghadapi tantangan regulasi emosi dalam kehidupan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Regulasi emosi mencakup kesadaran, pemahaman, penerimaan emosi, pengendalian impuls, kemampuan bertindak sesuai tujuan, serta penggunaan emosi secara fleksibel. Regulasi emosi diketahui memiliki peran dalam memprediksi efikasi diri. Penelitian ini bertujuan memahami peran regulasi emosi dalam memprediksi efikasi diri pada WBP perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional prediktif dengan menggunakan teknik convenience sampling dan simple regression. Alat ukur yang digunakan adalah Difficulties in Emotion Regulation Scale Short Forms (DERS-SF) dan General Self-Efficacy Scale (GSES), yang telah diadaptasi ke bahasa Indonesia Dan dimodifikasi untuk disesuaikan dengan konteks penelitian ini. Hasil menunjukkan regulasi emosi memiliki peran dalam memprediksi efikasi diri sebesar 16,4%. Temuan ini diharapkan bermanfaat dalam perencanaan pembinaan di lapas, khususnya melalui pelatihan pengembangan regulasi emosi dan efikasi diri bagi WBP.
References
Anggraini, E. (2015). Strategi regulasi emosi dan perilaku koping religius narapidana wanita dalam masa pembinaan Studi kasus: Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas II A Bulu Semarang. Jurnal Teologia, 26(2). https://doi.org/10.21580/teo.2015.26.2.435
Aryaningsih, P. I. A., & Susilawati, L. K. P. A. (2020). Peran intensitas komunikasi dan regulasi emosi terhadap konflik interpersonal pada dewasa awal yang menjalani hubungan berpacaran jarak jauh. Jurnal Psikologi Udayana, 7(1), 20-30. https://doi.org/10.24843/JPU.2020.v07.i01.p03
Aspiannor, A. (2024). Entrepreneurial readiness of inmates at the women's penitentiary through entrepreneurship education and self-efficacy. Jurnal Ilmiah Ekotrans & Erudisi, 4(1), 16-31. https://doi.org/10.69989/ar0k4823
Athallah, I. R., & Santoso, I. (2022). Penanganan coping strees pada warga binaan pemasyarakatan di lapas dan rutan. Innovative: Journal Of Social Science Research, 2(1), 96-106. https://doi.org/10.31004/innovative.v2i1.2863
Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. Freeman.
Danasasmita, F. S., Pandia, V., Fitriana, E., Afriandi, I., Purba, F. D., Ichsan, A., Pradana, K., Santoso, A. H. S., Mardhiyah, F. S., & Engellia, R. (2024). Validity and reliability of the Difficulties in Emotion Regulation Scale Short Form in Indonesian non-clinical population. Frontiers in Psychiatry, 15, 1380354. https://doi.org/10.3389/fpsyt.2024.1380354
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas). (n.d). Jumlah penghuni. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas). https://sdppublik.ditjenpas.go.id/analisa/jumlah-penghuni
Giovani, S., Satiadarma, M. P., & Subroto, U. (2021). Efektivitas art therapy metode ganim dalam menurunkan tingkat disregulasi emosi pada siswa SMA yang menjadi korban bullying. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 5(1), 47-54. https://doi.org/10.24912/jmishumsen.v5i1.9854.2021
Gratz, K. L., & Roemer, L. (2004). Multidimensional assessment of emotion regulation and dysregulation: Development, factor structure, and initial validation of the difficulties in emotion regulation scale. Journal of psychopathology and behavioral assessment, 26, 41-54. https://doi.org/10.1023/B:JOBA.0000007455.08539.94
Gravetter, F. J., & Forzano, L. B. (2018). Research methods for the behavioral sciences (6th ed.). Cengage Learning.
Gross, J. J. (1998). The emerging field of emotion regulation: An integrative review. Review of General Psychology, 2(3), 271-299. https://doi.org/10.1037/1089-2680.2.3.271
Gross, J. J., & Thompson, R. A. (2007). Handbook of emotion regulation: Conceptual foundations. Guilford Press.
Gunawan, M. Y. (2021). Efikasi diri narapidana perempuan yang terinfeksi HIV. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 8(2), 174-182. https://doi.org/10.31604/jips.v8i2.2021.174-182
Hakim, L., & Sholichah, I. F. (2022). Pengaruh regulasi emosi terhadap efikasi diri karyawan. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 4(5), 3609-3615. https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i5.7183
Ifeagwazi, C. M., Nwokpoku, E. E., Chukwuorji, J. C., Eze, J. E., & Abiama, E. E. (2020). Somatic symptoms among prison inmates: Contributions of emotion regulation, dispositional mindfulness, and duration of stay in prison. International Journal of Prisoner Health, 16(2), 151-164. https://doi.org/10.1108/IJPH-02-2019-0009
Katana, M., Röcke, C., Spain, S. M., & Allemand, M. (2019). Emotion regulation, subjective well-being, and perceived stress in daily life of geriatric nurses. Frontiers in psychology, 10, 1097. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2019.01097
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2023, Desember 15). Wujudkan perempuan berdaya secara ekonomi, Menteri PPPA dorong penguatan keterampilan warga binaan pemasyarakatan perempuan. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. https://www.kemenpppa.go.id/page/view/NDk4Mw==
Mawardah, M., & Adiyanti, M. G. (2014). Regulasi emosi dan kelompok teman sebaya pelaku cyberbullying. Jurnal psikologi, 41(1), 60-73. https://doi.org/10.22146/jpsi.6958
Novrianto, R., Marettih, A. K. E., & Wahyudi, H. (2019). Validitas konstruk instrumen general self efficacy scale versi Indonesia. Jurnal Psikologi, 15(1), 1-9. https://doi.org/10.24014/jp.v15i1.6943
Pramintari, R. D., Amalia, H., & Nurhidayah, S. (2022). Hubungan religiusitas dan regulasi emosi terhadap resiliensi pada dewasa awal korban ghosting. PSYCHOPEDIA: Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang, 7(2), 48-59. https://doi.org/10.36805/psychopedia.v7i2.3426
Purna, R. S., Pratama, W., Silawati, Y., & Angraini, F. (2024). Hubungan regulasi emosi dan efikasi diri pada guru pendamping di sekolah Inklusif Padang. Jurnal Psikologi Tabularasa, 19(1), 88-102. https://doi.org/10.26905/jpt.v19i1.12931
Pusat Informasi Kriminal Nasional Bareskrim Polri. (Pusiknas). (n.d). Data kejahatan. Pusat Informasi Kriminal Nasional Bareskrim Polri (Pusiknas). https://pusiknas.polri.go.id/data_kejahatan
Pusat Informasi Kriminal Nasional Bareskrim Polri. (Pusiknas). (n.d). Data terlapor. Pusat Informasi Kriminal Nasional Bareskrim Polri (Pusiknas). https://pusiknas.polri.go.id/data_terlapor
Rimm, H., & Jerusalem, M. (1999). Adaptation and validation of an Estonian version of the General Self-Efficacy Scale (ESES). Anxiety, Stress, & Coping: An International Journal, 12(3). 329-345. https://doi.org/10.1080/10615809908250481
Safira, N. R., Etrawati, F., & Putri, N. E. (2023). Self-efficacy analysis to stop using drugs in adolescent male inmates. Sains Medika Journal of Medical & Health, 14(2). https://doi.org/10.30659/SAINSMED.V14I2.32939
Saputra, M. A., Heng, P. H., & Dewi, F. I. R. (2023). Peran self-efficacy terhadap kepuasan mahasiswa pada pembelajaran post COVID-19 dengan motivasi sebagai moderator. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 7(3), 531-539. https://doi.org/10.24912/jmishumsen.v7i3.26816.2023
Schall, M., & Schütz, A. (2019). Emotion-regulation knowledge predicts perceived stress early but not later in soldiers’ careers. Journal of Workplace Behavioral Health, 34(1), 62-73. https://doi.org/10.1080/15555240.2019.1573688
Schwarzer, R., & Jerusalem, M. (1995). Generalized Self-Efficacy Scale. In J. Weinman, S. Wright, & M. Johnston, Measures in health psychology: A user’s portfolio. Causal and control beliefs, 35(37), 82-003.
Sendow, A. R., Tiwa, T. M., & Sengkey, S. B. (2023). Regulasi emosi pada narapidana kasus pembunuhan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tondano. Psikopedia, 4(4), 259-266. https://doi.org/10.53682/pj.v4i4.7636
Seno, A. B., & Rahayu, M. (2024). Regulasi emosi dalam strategi coping stress bagi narapidana dalam pembinaan kepribadian. Journal of Management: Small and Medium Enterprises (SMEs), 17(1), 203-211.
Siregar, G. J., Rostiana, R., & Satyadi, H. (2019). Peran regulasi emosi terhadap kualitas hidup dengan work life balance sebagai mediator pada perempuan peran ganda. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 3(2), 403-412. https://doi.org/10.24912/jmishumsen.v3i2.5551
Situmeang, S. M. T. (2019). Kebijakan kriminal dalam penegakan hukum untuk mewujudkan keadilan dalam perspektif hak asasi manusia. Res Nullius Law Journal, 1(1). https://doi.org/10.34010/rnlj.v1i1.2492
Thompson, R. A. (1994). Emotion regulation: A theme in search of definition. Monographs of the society for research in child development, 25-52. https://doi.org/10.2307/1166137
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Clarisa Aniela, Naomi Soetikno

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish articles in Jurnal Ilmiah Psikologi (JIPSI) agree to the following terms:
- Authors retain copyright of the article and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC-BY-SA or The Creative Commons Attribution-ShareAlike License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
