Solusi Survive UMKM Kampoeng Rajut di Masa Pandemi

Authors

  • Elok Faiqoh Himmah Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37278/insearch.v19i2.1074

Abstract

Pandemi Covid 19 memberi dampak bagi sektor-sektor bisnis. Ada sektor yang berdampak langsung ditandai dengan penurunan omzet seperti sektor pariwisata, transportasi, konstruksi, manufaktur otomatif, industri garmen dan perhotelan, sedangkan sektor yang bertahan dan mengalami peningkatan omzet adalah farmasi dan kesehatan, teknologi informasi dan komunikasi serta bisnis retail dan makanan. Berdasarkan pertumbuhan year on year, perekonomian Indonesia pada triwulan I 2020 terbesar pada sektor informasi dan komunikasi sebesar 0.53 persen. Hal ini sangat erat kaitannya dengan adanya kebijakan yang diambil oleh pemerintah untuk tidak keluar rumah dan bekerja dari rumah. Sehingga aktivitas yang dijalankan bergeser dari infrastruktur fisik menjadi infrastruktur digital. Hampir semua kegiatan seperti bekerja, pendidikan, hiburan diakses menggunakan media teknologi informasi, selanjutnya juga menyebabkan volume penjualan listrik PLN ke rumah tangga juga meningkat. Berdasarkan hasil survey sebanyak 96 persen pelaku UMKM mengaku sudah mengalami dampak negatif Covid-19 terhadap persen bisnisnya. Sebanyak 75 persen diantaranya mengalami dampak penurunan penjualan yang signifikan. Sebanyak 51 persen pelaku UKM meyakini kemungkinan besar bisnis yang dijalankan hanya akan bertahan satu bulan hingga tiga bulan kedepan. Sebanyak 67 persen pelaku UKM mengalami ketidakpastian dalam memperoleh akses dana darurat dan 75 persen merasa tidak mengerti bagaimana membuat kebijakan di masa krisis. Sementara, hanya 13 persen pelaku UKM yakin, mereka memiliki rencana penanganan krisis untuk mempertahankan bisnis mereka. Kondisi sosial masyarakat kita yang memiliki sikap solidaritas yang tinggi juga menjadi salah satu kekuatan untuk dapat survive dalam kondisi pandemi ini. Sikap kepedulian yang tinggi, saling membantu dan besosialisasi terhadap sesama dapat membantu pemerintah dalam menanggulangi pandemi ini. Indonesia menduduki peringkat kelima dunia dari sisi kekuatan modal sosialnya, dan rangking paling atas dalam hal indeks memberi (Word giving index). Tapi jika kondisi pendemi ini belarut-larut maka kekuatan modal sosial ini juga akan berkurang, karena berdampak pada semua lini masyarakat.

Published

2020-11-04

Issue

Section

Articles