Pengaruh Peran Ayah Terhadap Pengambilan Keputusan dalam Memilih Pasangan Hidup pada Perempuan Fatherless

Authors

  • Ratu Astrid Herera Fakultas Psikologi, Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia
  • Nida Muthi Annisa Fakultas Psikologi, Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia
  • Cahyaning Widhyastuti Fakultas Psikologi, Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37278/insearch.v24i1.1259

Abstract

Fatherless menunjukkan adanya pengaruh terhadap kehidupan individu khususnya pada perempuan dalam memilih pasangan hidup. Situasi ini dapat menyebabkan kesulitan dalam mengambil keputusan, apakah terus bertahan dalam hubungan yang tidak sehat atau tidak, karena tidak ada sosok ayah sebagai role model yang baik dalam peran lawan jenis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peran ayah terhadap pengambilan keputusan memilih pasangan hidup pada perempuan fatherless. Responden dalam penelitian ini berjumlah 191 orang dengan kriteria perempuan dewasa awal yang berusia 20-40 tahun, dan belum menikah. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel non-probability sampling dengan jenis purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala peran ayah, dan skala pengambilan keputusan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa peran ayah dan pengambilan keputusan memiliki R square sebesar 0,568 dengan signifikansi 0,000 (p≤0,05) yang artinya peran ayah berpengaruh terhadap pengambilan keputusan memilih pasangan hidup dengan pengaruh sebesar 56,8%. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dari penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh signifikan pada peran ayah terhadap pengambilan keputusan memilih pasangan hidup pada perempuan fatherless.

References

Abdullah, S. M. (2010). Studi eksplorasi tentang peran ayah dalam pengasuhan anak usia dini. Jurnal Spirits, Vol 1 No 1.

Adzani, P. (2020). Asertivitas pada wanita fatherless. Skripsi. Malang: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

Aini, N. (2019). Hubungan antara fatherless dengan self-control siswa. Fakultas psikologi dan Kesehatan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel.

Aulia, F. O., Fauzi, A., Fauzanahya, A. A., & Ashari, M. R. (2024, August). Systematic literature review (slr): fenomena fatherless dan dampaknya yang menjadi salah satu faktor kegagalan dalam keberlangsungan kehidupan anak. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Non Formal (Vol. 2, No. 1).

Brown, S. (2018). The lived experience of daughters who have absent fathers: A phenomenological study (Doctoral dissertation, Walden University).

Damayanti, A. A. P., Rahmiadji, L. R., & Ayun, P. Q. (2023). Representasi fatherhood dalam film miracle in cell no. 7 (2022). Interaksi Online, 11(4), 18-35.

DeGenova, Diponegoro. M. K. (2008). Intimate relationship, marriages, and families. (7th Ed). United States of America: McGraw-Hill.

Fitroh, S. F. (2014). Dampak fatherless terhadap prestasi belajar anak. Jurnal PG-PAUD Trunojoyo: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia Dini, 1(2), 83-91.

Gunarsa, S. (2002). Psikologi perkembangan anak. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.

Hart, J. (2002). The Importance of Fathers in Children’s Asset Development. http://fairfield.osn.edu/parent/parentparthjune20.htm/

Kusumawati, E. (2023). Dinamika struggle anak anak perempuan fatherless. Skripsi. Surakarta: Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta.

Larsen, R. J., & Buss, D. M. (2002). Personality psychology: Domains of knowledge about human nature. Boston: McGraw-Hill.

Maryam, M. (2022). Gambaran Kemampuan Self Control pada Anak yang di Duga Mengalami Pengasuhan Fatherless. Journal of Islamic Early Childhood Education (JOIECE): PIAUD-Ku, 1(1), https://doi.org/10.54801/piaudku. v1i1.91

Ni’ami, M. (2021, August). Fatherless dan potensi cyberporn pada remaja. In Proceeding of Conference on Law and Social Studies.

Parmanti, P., & Purnamasari, S. E. (2015). Peran ayah dalam pengasuhan anak. Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi, 17(2), 81-90.

Ranyard, R., Crozier, W. R., & Svenson, O. (1997). Decision making: Cognitive models and explanations. London: Routledge.

Reason, J. (1990). Human Eror. Ashgate. ISBN 1-84014-104-2.

Rosiana, T. (2018). Peran ayah dalam pemilihan pasangan hidup anak remaja (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA).

Saraswati, P. (2011). Hubungan Antara Persepsi Anak Terhadap Peran Orang Tua dalam Pemilihan Pasangan Hidup dengan Kecenderungan Pemilihan Pasangan Hidup Berdasarkan Status Sosial Ekonomi Pada Dewasa Awal. Jurnal Psikologi, 6:347-364.

Sinca, D. (2022). Sikap perempuan fatherless dalam memilih calon pasangan hidup (studi kasus di pino raya kabupaten Bengkulu Selatan) (Doctoral dissertation, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu).

Sundari, A. R., & Herdajani, F. (2013). Dampak fatherless terhadap perkembangan psikologis anak. Prosding Seminar Nasional Parenting.

Tewar, W. (2019). Dinamika penerimaan diri pada perempuan dewasa awal fatherless yang ditinggalkan ayah sejak usia dini. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Yuniardi, M. S. (2006). Persepsi Remaja Laki-Laki dengan Perilaku Anti Sosial Terhadap Peran Ayah dalam Keluarga: Penerapan Nilai Kearifan Lokal dalam Intervensi Permasalahan Keluarga, Temu Ilmiah Nsional IPPI V.

Yuniardi, M. S. (2012). Penerimaan Remaja Laki–Laki Dengan Perilaku Antisosial Terhadap Peran Ayahnya Di Dalam Keluarga. Research Report.

Published

2025-07-08

Issue

Section

Articles