STRES WARGABINAAN LAPAS WANITA KELAS IIA BANDUNG YANG TIDAK PERNAH DIKUNJUNGI

  • Dyah Rachman Kuswartanti Fakultas Psikologi, Universitas Informatika dan Bisnis

Abstrak

Di Lapas Wanita klas IIA Bandung, terdapat wargabinaan (WBP) yang tidak pernah dikunjungi. Di Lapas, WBP diberikan aktivitas-aktivitas yang lebih positif sehingga memiliki mereka memiliki ketrampilan baru serta mengisi waktu luang yang berbeda dengan saat mereka di luar. Namun, sebagian besar dari mereka belum dapat menerima kenyataan bahwa mereka harus jauh dari keluarga, suami dan anak-anak bahkan orangtua mereka. Jam kunjungpun menjadi sangat dibatasi untuk bertemu dengan orang yang sangat disayangi. Tidak jarang mereka mengalami stress selama berada di dalam Lapas, yang berdampak pada masalah psikis, fisiologi maupun sosialnya. Yang membedakan penelitian ini dengan penelitian lain adalah pada subjek penelitian yang diambil dari wargabinaan yang tidak pernah dikunjungi. Subjek berjumlah 30 orang wargabinaan seorang istri dan ibu, tidak pernah dikunjungi keluarga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantiatif dengan satu variabel. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan skala stress. Pada skala stress yang dibuat sendiri oleh peneliti bahwa hasil uji reliabilitas terhadap skor stress, maka didapatkan nilai koefisien korelasi sebesar 0, 855. Hasil penelitian dari 30 responden adalah 27% wargabinaan yang tidak pernah dikunjungi mengalami stress dengan kategori rendah, 67% wargabinaan yang tidak pernah dikunjungi mengalami stress dengan kategori sedang dan 6% wargabinaan yang tidak pernah dikunjungi mengalami stress dengan kategori tinggi.

 

Diterbitkan
2019-11-05
Bagian
Articles