Konsep Pengembangan Kawasan Pariwisata sebagai Upaya Meningkatakan Promosi Pariwisata di Provinsi Aceh
DOI:
https://doi.org/10.37278/artcomm.v6i1.612Kata Kunci:
Komunikasi Pariwisata, Pengembangan Pariwisata, Kawasan Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi AcehAbstrak
Keanekaragaman suku bangsa dan budaya serta jumlah kabupaten kota yang banyak tidak membuat Provinsi Aceh sepi dari kunjungan wisatawan, baik wisatawan nasional maupun mancanegara. Setiap tahunnya terjadi peningkatan jumlah wisatawan, hal tersebut menarik minat penulis untuk mengetahui lebih jauh tentang konsep yang dikembangkan oleh pemerintah provinsi Aceh dalam mengembangkan kawasan wisata yang ada untuk dapat mengoptimalkan setiap kawasan wisata dalam hal menarik wisatawan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi pustaka, wawancara dilakukan dengan Kepala Seksi Pengembangan Komunikasi dan Strategi Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Bapak M. Syahputra AZ, sedangkan studi pustaka penelitian dilakukan untuk menambah literatur dan data yang berkaitan dengan penelitian. Kajian ini menemukan bahwa konsep pengembangan kawasan wisata yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh adalah membagi kawasan wisata menjadi tiga kawasan utama, Kawasan satu meliputi Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang. Daerah kedua meliputi wilayah tengah, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues, dan daerah ketiga meliputi Simeulue dan Singkil yang masing-masing daerah memiliki daya tarik wisata tersendiri.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish articles in ArtComm : Jurnal Komunikasi dan Desain agree to the following terms:
- Authors retain copyright of the article and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC-BY-SA or The Creative Commons Attribution-ShareAlike License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
