KOMUNIKASI NON VERBAL PADA POLA INTERAKSI BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNAGANDA DI MASYARAKAT

  • Ogy Mahendra Pascasarjana Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
  • Kemal Pri Hutama Pascasarjana Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
  • Venny Sevtiany Pascasarjana Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
  • Ferry Darmawan Pascasarjana Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
Kata Kunci: Nonverbal, tunaganda, interaksi simbolik, tunarungu, tunawicara.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara berkomunikasi seorang tunaganda (tunarungu dan tunawicara) pada sosok Memen. Komunikasi yang dilakukan oleh Memen yaitu pertukaran makna dan simbol sehingga mempengaruhi perubahan perilaku. Memen dapat berkomunikasi dan melakukan aktivitas sehari-harinya dengan baik walau dengan keterbatasan yang Memen miliki. Memen dapat menangkap sebuah makna dari sebuah simbol dengan baik oleh pikirannya. Dengan percaya diri yang Memen miliki, Memen juga didukung dengan lingkungan sekitarnya yang mempengaruhi karakter Memen saat ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi kasus. Teknik pengumpulan yang digunakan melalui wawancara, observasi dan studi pustaka dan teori yang digunakan adalah teori interaksi simbolik menurut George Herbert Mead yang akan menjelaskan mengenai Mind, Self and Society. Hasil penelitian, Memen sama sekali tidak memahami bahasa nonverbal secara resmi, dan ia memahami secara otodidak dan dibantu dengan warga yang ada di lingkungan sekitarnya.

Diterbitkan
2020-04-27
Bagian
Articles