BUDAYA MAMFATIN UKUNRAI SEBAGAI PARADOKS PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA

  • Donna Isra Silaban Fakultas Komunikasi dan Desain, Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia
  • Imelda Nahak Fakultas Komunikasi dan Desain, Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia
Kata Kunci: komunikasi pembangunan, budaya, perencanaan pembangunan

Abstrak

Studi ini bertujuan untuk mengkaji komunikasi pembangunan dalam partisipasi masyarakat pada perencanaan pembangunan desa. Partisipasi masyarakat sangat penting karena bisa menjamin efektivitas program pembangunan. Dalam praktiknya, terdapat sejumlah kendala partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan. Beberapa kendala yang berhasil diidentifikasi, yaitu tidak adanya dukungan hukum (Rumensten, 2012), kurangnya kesadaran masyarakat, rendahnya kualitas SDM, lama tinggal dan jenis pekerjaan yang menyita waktu luang (Wijaksono, 2013), kurangnya sosialisasi dari pemerintah (Sagita, 2016), kemiskinan dan keterbatasan akses yang diberikan pemerintah (Ompusunggu, 2017), dan adanya kepentingan birokrasi (Mbeche, 2017). Studi-studi tersebut mempertimbangkan faktor budaya yang menyebabkan rendahnya partisipasi masyarakat. Studi kasus kualitatif ini memperluas studi-studi sebelumnya dengan mengungkap budaya mamfatin ukunrai yang mendorong rendahnya partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan di Desa Naran (samaran) Kecamatan Raimanuk Kabupaten Belu. Budaya mamfatin ukunrai merupakan kebiasaan masyarakat yang menganggap perencanaan pembangunan sebagai tugas dan tanggung jawab pemerintah. Masyarakat hanya berperan sebagai pelaksana program pembangunan yang ditetapkan pemerintah.

Diterbitkan
2020-05-01
Bagian
Articles