Budaya Mamfatin Ukunrai Sebagai Paradoks Partisipasi Masyarakat Dalam Perencanaan Pembangunan Desa
DOI:
https://doi.org/10.37278/artcomm.v3i1.286Kata Kunci:
komunikasi pembangunan, budaya, perencanaan pembangunanAbstrak
Studi ini bertujuan untuk mengkaji komunikasi pembangunan dalam partisipasi masyarakat pada perencanaan pembangunan desa. Partisipasi masyarakat sangat penting karena bisa menjamin efektivitas program pembangunan. Dalam praktiknya, terdapat sejumlah kendala partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan. Beberapa kendala yang berhasil diidentifikasi, yaitu tidak adanya dukungan hukum (Rumensten, 2012), kurangnya kesadaran masyarakat, rendahnya kualitas SDM, lama tinggal dan jenis pekerjaan yang menyita waktu luang (Wijaksono, 2013), kurangnya sosialisasi dari pemerintah (Sagita, 2016), kemiskinan dan keterbatasan akses yang diberikan pemerintah (Ompusunggu, 2017), dan adanya kepentingan birokrasi (Mbeche, 2017). Studi-studi tersebut mempertimbangkan faktor budaya yang menyebabkan rendahnya partisipasi masyarakat. Studi kasus kualitatif ini memperluas studi-studi sebelumnya dengan mengungkap budaya mamfatin ukunrai yang mendorong rendahnya partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan di Desa Naran (samaran) Kecamatan Raimanuk Kabupaten Belu. Budaya mamfatin ukunrai merupakan kebiasaan masyarakat yang menganggap perencanaan pembangunan sebagai tugas dan tanggung jawab pemerintah. Masyarakat hanya berperan sebagai pelaksana program pembangunan yang ditetapkan pemerintah.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish articles in ArtComm : Jurnal Komunikasi dan Desain agree to the following terms:
- Authors retain copyright of the article and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC-BY-SA or The Creative Commons Attribution-ShareAlike License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
