Mitos Dalam Film Si Kabayan Berjudul "TARUHAN" Karya Didi Petet
DOI:
https://doi.org/10.37278/artcomm.v2i02.203Kata Kunci:
mitos, film, si kabayan,Abstrak
Penelitian dengan judul “Mitos dalam Film Si Kabayan Berjudul Taruhan Karya Didi Petet†bertujuan untuk mengungkap sejumlah mitos yang sejatinya masih terjadi di lingkungan masyarakat Sunda serta menganalisisnya mengenai pendekatan semiotika Roland Barthes mengenai makna denotasi dan konotasi. Dalam film Si Kabayan:Taruhan terdapat sejumlah mitos yang merupakan perpaduan dari mitos yang telah hidup di masyarakat dan mitos yang memang diciptakan oleh kecerdikan Si Kabayan. Sosok Si Kabayan memang selalu diidentikan dengan karakter pandir, pemalas namun banyak akal yang sering kali bisa mengalahkan sosok antagonis yang dihadapinya. Demikian juga halnya dalam film yang diproduksi tahun 1991 ini. Si Kabayan bisa mengelabui tokoh yang menjadi antagonis bagi dirinya dengan sejumlah mitos yang dibuatnya. Sekalipun demikian, memaknai mitos yang tedapat dalam film Si Kabayan:Taruhan diperlukan adanya interpretasi dari kalangan masyarakat yang hidup di lingkungan kehidupan Si Kabayan, sebab sejumlah mitos tersebut kebanyakan adalah mitos khusus yang jarang terdengar pada kehidupan realitanya. Beberapa mitos juga bisa terpatahkan oleh diri Si Kabayan sendiri.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish articles in ArtComm : Jurnal Komunikasi dan Desain agree to the following terms:
- Authors retain copyright of the article and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC-BY-SA or The Creative Commons Attribution-ShareAlike License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
