Desain Kostum Busana Musisi Independen Indonesia Sebagai Media Branding
DOI:
https://doi.org/10.37278/artcomm.v4i01.444Kata Kunci:
branding, musik independent, postmodernisme, musik indonesia, kulturAbstrak
Kebudayaan populer tidak mampu dilepaskan dari kultur postmodern. Dalam posmodernisme segala nilai kembali pada penampilan dan keuntungan. Industri musik dan fashion menjadi industri yang tumbuh dan berkembang dalam konsep postmodernisme. Identitas pada akhirnya menjadi penting dalam proses branding. Dimana identitas memiliki kekuatan sebagai penunjang penampilan. Industri musik tanah air kini memasuki era dimana industri Independen lebih diuntungkan. Modal yang besar tidak lagi dibutuhkan dalam proses produksi dan distribusi musik karena dibantu oleh media daring yang kini telah mudah diakses. Dengan adanya kemudahan itu persaingan di industri musik independen juga semakin ketat. Tata busana menjadi salah satu media branding paling menarik sehingga memudahkan konsumen untuk mengingat dan menyerap ideologi dari produk tersebut. Dengan proses analisa menggunakan idiom - idiom Postmodernisme, peneliti berharap proses branding akan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh. Sehingga nantinya akan memudahkan sebuah produk untuk dipasarkan secara tepat.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish articles in ArtComm : Jurnal Komunikasi dan Desain agree to the following terms:
- Authors retain copyright of the article and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC-BY-SA or The Creative Commons Attribution-ShareAlike License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
