Cerita Politik: Massage Appeal Ganjar Pranowo di Media Sosial Saat Kampanye Pilkada Jawa Tengah 2018

Penulis

  • Febriansyah Kulau Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Al-Azhar Indonesia https://orcid.org/0000-0002-2746-7319
  • Lily El Ferawati Rofil Communication Department, School of Computing and Creative Arts, Bina Nusantara University
  • Zakaria Lantang Sukirno Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Al-Azhar Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37278/artcomm.v8i1.946

Kata Kunci:

Cerita Politik, Massage Appeal, Media Sosial, Kampanye Pilkada

Abstrak

Sebelum adanya Pilkada Serentak 2024, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 di Indonesia merupakan pemilihan kepala daerah terbesar yang diselenggarakan di 171 daerah administratif. Di antara daerah-daerah yang ikut serta, Provinsi Jawa Tengah mendapat sorotan media yang tinggi karena salah satu calon yang ikut serta adalah Gubernur petahana Ganjar Pranowo yang dijuluki sebagai “media darlingâ€. Ganjar dikenal sebagai pemimpin pemerintahan yang rutin memperbarui media sosialnya. Bahkan, Ganjar pernah meraih penghargaan “The Best Communicator†tahun 2018 dari Public Relations Indonesia atas pemberitaan positif tentang dirinya di media. Oleh karena itu, menarik untuk melihat komunikasi politik dan penceritaan positif yang disampaikan Ganjar melalui media sosialnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui imbauan Pranowo dalam mempraktikkan komunikasi politik positif melalui akun media sosialnya selama kampanye 2018. Dengan menggunakan metode analisis konten kualitatif, penelitian ini menganalisis unggahan Gubernur Jawa Tengah di Twitter, Instagram, dan Youtube yang dipublikasikan antara bulan Februari hingga Juni yang dipilih melalui teknik analisis purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten Ganjar di media sosialnya terdiri dari dua jenis imbauan, yaitu afirmatif dan akomodatif. Daya tarik positif menunjukkan bahwa penceritaan politiknya meyakinkan, lucu, dan penuh pengertian. Daya tarik akomodatif menggambarkan komunikasi politiknya berorientasi pada isu dan penyelesaian masalah. Penelitian ini dapat memberikan pemahaman praktis mengenai komunikasi politik calon kepala daerah di Pilkada 2024.

Referensi

Arofah, K. (2015). Youtube Sebagai Media Klarifikasi dan Pernyataan Tokoh Politik. Jurnal Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan “Veteran” Yogyakarta, Volume 13(2): 111-123.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Sage publications.

Daniel, J (2012). Sampling Essentials: Practical Guidelines for Making Sampling Choices (Chapter for: Choosing the type of nonprobability sampling). Thousand Oaks: Sage.

Dirjen Otonomi Daerah, (2017, n.d) Daftar Daerah yang melakukan pilkada serentak pada tahun 2018. Diakses pada 19 September 2018 dari http://otda.kemendagri.go.id/CMS/Images/InfoOTDA/Daftar%20Daerah%20yang%20Melakukan%20Pilkada%20Serentak%20Tahun%202018.pdf

Hamidi. (2014). Metode Pendekatan Kualitatif. Malang: UMM Press.

Haryanto. (2015). Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Komunikasi Komunitas Pustakawan Homogen Dalam Rangka Pemanfaatan Bersama Koleksi Antar Perguruan Tinggi. Universitas Sebelas Maret Surakarta, Volume 5(1).

Komisi Pemilihan Umum, (2018, n.d), Daftar hasil penetapan suara pilkada 2018. Diakses pada 7 Oktober 2018 dari https://infopemilu.kpu.go.id/pilkada2018/hasil2/penetapan/list/nasional

Koinig, I. (2022). On the influence of message/audience specifics and message appeal type on message empowerment: The Austrian case of COVID-19 health risk messages. Health Communication, 37(13), 1682-1693.

Merderka.com, (2018, Januari 10), Aktif di media sosial ganjar percaya diri didukung generasi millennial. Diakses pada 19 September 2018 dari https://www.merdeka.com/peristiwa/aktif-di-media-sosial-ganjar-percaya-diri-didukung-generasi-milenial.htm

Mulyana, D. (2022). Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Rusmulyadi & Hafiar, H. (2018). Dekonstruksi Citra Politik Jokowi dalam Media Sosial. Jurnal PRofesi Humas, Volume 3(1): 120-140.

Sweetser, K.D. (2006). Evolution of Online Campaigning: Increasing Interactivity in Candidate Web Sites and Blogs Through Text and Technical Features. Mass Communication & Society, Volume 9(1), 21-44.

Widyanty, R. (2014). Analisis Isi Twitter Politikus Indonesia Menjelang Pemilu 2014. Universitas Diponegoro

Van Spanje, J., Boomgaarden, H. G., Elenbaas, M., Vliegenthart, R., Azrout, R., Schuck, A. R., & De Vreese, C. H. (2013). Getting the message across: Perceived effectiveness of political campaign communication. Journal of Political Marketing, 12(1), 100-120.

Yusuf, A.M. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Pendekatan Gabungan. Jakarta: Kencana

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-04-25

Cara Mengutip

Kulau, F., Rofil, L. E. F., & Sukirno, Z. L. (2025). Cerita Politik: Massage Appeal Ganjar Pranowo di Media Sosial Saat Kampanye Pilkada Jawa Tengah 2018. ArtComm : Jurnal Komunikasi Dan Desain, 8(1), 13–23. https://doi.org/10.37278/artcomm.v8i1.946

Terbitan

Bagian

Articles