Sistem Komunikasi Politik Libertarian Di Indonesia (Studi Kasus Program Indonesia Lawyer Club (ILC) TVONE)
DOI:
https://doi.org/10.37278/artcomm.v2i02.191Kata Kunci:
komunikasi politik, perpustakaanAbstrak
Tulisan ini bertujuan untuk menemukan, mengetahui berbagai data dan informasi mengenai atraksi komunikasi politik di Indonesia (kasus program tayangan Indonesia Laweyer Club (ILC) Tv-ONE. Sehingga dengannya ditemukan dan diperoleh gambaran mengenai praktek system libertarian dalam implementasi komunikasi politik media massa Indonesia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif berdasarkan observasi dan studi literature. Adapun hasil yang dapat dijelaskan bahwa program yang diasuh jurnalis senior Karni Ilyas ini begitu bebas dan leluasa menampilkan berbagai tema diskusi, baik menyangkut persoalan hukum, idelogi, politik, ekonomi, sosial budaya, militer, dan sebagainya. Acara ini dikemas secara lugas, transparan, bahkan blak-blakan menyangkut masalah kenegaraan di berbagai bidang di atas. TV One sendiri sebagai salah satu media swasta nasional di Indonesia, muncul berbarengan dengan euphoria kebebasan yang luar biasa. Ditinjau dari berbagai sisinya program ILC ini menyiratkan atraksi komunikasi politik yang memenuhi ciri-ciri sebagai media libertarian.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish articles in ArtComm : Jurnal Komunikasi dan Desain agree to the following terms:
- Authors retain copyright of the article and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC-BY-SA or The Creative Commons Attribution-ShareAlike License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
