ANALISIS FRAMING PADA KOMPAS.COM DAN REPUBLIKA ONLINE MENGENAI PEMBAKARAN BENDERA BERKALIMAT TAUHID

  • Nugraha Sugiarta Fakultas Komunikasi dan Desain, Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia
  • Duw Ruta Fakultas Komunikasi dan Desain, Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia
Kata Kunci: Studi framing, tauhid, Kompas.com, Republika Online

Abstrak

Pada dasarnya media massa adalah tempat mengkonstruksi realitas. Konstruksi realitas yang dilakukan media dapat mengakibatkan penonjolan atau penghilangan bagian tertentu dari realitas. Hal ini didasarkan pada sudut pandang dan ideologi yang dianut masing-masing media. Dari itu, media satu dengan media yang lain memiliki perbedaan dalam mengemas sebuah berita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembingkaian yang dilakukan Kompas.com dan Republika Online dalam memberitakan pembakaran bendera berkalimat tauhid di Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan paradigma konstruksionis dan menggunakan pendekatan analisis framing model Robert N. Entman. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Kompas.com memandang masalah kejadian pembakaran bendera di Garut sebagai sebuah isu yang dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk menggiring opini publik dengan menyebarkan video pembakaran di media sosial. Sementara Republika Online mendefinisikan pembakaran bendera di Garut adalah pembakaran terhadap bendera HTI. Kompas.com menunjuk pihak yang memanfaatkan kejadian pembakaran sebagai penyebab masalah. Sementara Republika Online menunjuk pembawa bendera sebagai penyebab masalah. Berkaitan dengan penilaian moral, Kompas.com mengangkat fakta bahwa video pembakaran yang viral sudah diedit. Sementara Republika Online menyebut pembawa bendera sebagai penyelinap. Kedua media menyarankan penyelesaian secara hukum.

Diterbitkan
2020-04-29
Bagian
Articles