Gaya Pencitraan Ilustrasi Pada Kaos Band Indie Di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.37278/artcomm.v3i2.357Kata Kunci:
subkultur, band, musik indie, ilutrasi, kaosAbstrak
Lahirnya counter culture dan subkultur tidak lepas dari perkembangan postmodernisme. Berbagai counter culture dan subkultur ini kemudian melahirkan aktivitas dan produk baru kebudayaan, salah satunya musik indie. Bagai efek domino, musik indie kemudian menghasilkan kegiatan komsumsi subkultural musik, juga menumbuhkan budaya penggemar yang kemudian merembet pada kegiatan berbelanja. Merchandise band indie kemudian menjadi suatu komoditas yang potensial. Salah satu bentuk merchandise yang paling banyak dikonsumsi adalah kaos band indie yang bergambar. Penelitian ini mengangkat gaya pencitraan ilustrasi yang digunakan pada berbagai kaos band indie di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kecenderungan gaya pencitraan ilustrasi yang digunakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang didukung dengan berbagai sumber data. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa perbedaan yang cukup terlihat diantara kubu aliran musik “keras†atau “tenang†terlihat pada pemilihan warna dan pemilihan objek pada ilustrasinya. Baik band indie dengan aliran “keras†maupun “tenang†menggunakan kedua gaya citraan ilustrasi, baik citraan harfiah atau metafora pada ilustrasi kaosnya untuk mengomunikasikan identitas dan nilai jual dari masing-masing band tersebut.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish articles in ArtComm : Jurnal Komunikasi dan Desain agree to the following terms:
- Authors retain copyright of the article and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC-BY-SA or The Creative Commons Attribution-ShareAlike License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
