ANALISA SEMIOTIKA SOSIAL VISUAL PADA IKLAN DENIM DIESEL “BE STUPIDâ€
DOI:
https://doi.org/10.37278/artcomm.v4i2.433Kata Kunci:
Iklan, semiotika sosial visual, tata bahasa visual, iklan kampanye DieselAbstrak
Komunikasi visual khususnya periklanan harus bersifat multi-faceted dan multidimensional agar mendapat perhatian dan respon positif dari masyarakat. Iklan harus memiliki narasi visual yang terdiri dari unsur-unsur visual yang memiliki makna tersendiri dan membentuk makna keseluruhan untuk narasi visual, baik verbal maupun non-verbal. Struktur naratif visual iklan tersebut dapat dideskripsikan dan diungkap melalui penguraian interpretasi semiotika sosial visual dilihat dari hubungan unsur-unsur visual di dalamnya sehingga dapat dipahami bagaimana makna itu terbentuk dan proses komunikasi antara penyampai pesan sebagai penciptanya. iklan dan penonton bisa terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis makna yang terkandung dalam gambar visual dalam kampanye iklan cetak Diesel: “Be Stupidâ€. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode grounded theory. Semiotika sosial visual dianalisis dengan menggunakan kerangka deskriptif tata bahasa visual yang dikemukakan oleh Kress dan Leeuwen (2006). Penelitian ini mengungkapkan bahwa pada gambar visual terdapat tiga makna visual, yaitu representasi, makna interaktif dan komposisi, serta analisis pesan visual..
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish articles in ArtComm : Jurnal Komunikasi dan Desain agree to the following terms:
- Authors retain copyright of the article and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC-BY-SA or The Creative Commons Attribution-ShareAlike License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
