The Hallway Kosambi Sebagai Re-Branding Pasar Kosambi Bandung Melalui Ruang Kolaborasi Ekonomi Kreatif Anak Muda Bandung
DOI:
https://doi.org/10.37278/artcomm.v5i2.533Kata Kunci:
Marketing Communication, The Hallway Kosambi, Re-Branding, Collaboration SpaceAbstrak
Pada tahun 2019 hadir ide kreatif yang diinisiasi oleh pemuda-pemuda Bandung yang juga merupakan salah satu tenant pasar Kosambi Bandung, dalam rangka membangun eksistensi Pasar Kosambi di kalangan anak muda. Lahirlah The Hallway dengan konsep ruang kolaborasi ekonomi kreatif anak muda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang proses re-branding asar Kosambi Bandung melalui The Hallway yang tadinya dikenal sebagai pasar tradisional menjadi ruang kolaborasi anak muda Bandung dalam waktu yang cukup singkat melalui model proses re-branding. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah dengan adanya tahapan analisis, perencanaan, implementasi dan evaluasi re-branding dengan baik kini Pasar Kosambi juga dikenal sebagai creative space community di Bandung melalui The Hallway, adapun alasan menggunakan konsep ruang kolaborasi ekonomi kreatif di Bandung, karena Bandung memiliki komunitas kreatif yang cukup produktif.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish articles in ArtComm : Jurnal Komunikasi dan Desain agree to the following terms:
- Authors retain copyright of the article and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC-BY-SA or The Creative Commons Attribution-ShareAlike License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
